Sebagai upaya membangun kondisi relasional, emosional, dan struktural yang memungkinkan perempuan penyintas dan pendamping bersuara tanpa takut, didengar tanpa dihakimi, dan didukung secara kolektif, Baba Tree International bersama Yayasan Maswara dan Aliansi Inklusi Jombang menyelenggarakan kegiatan pelatihan bertajuk Uplifting Women’s Voices: Collective Care in Practice (UWVCC). Pelatihan ini berlangsung selama tiga hari, 20–22 Januari 2026, bertempat di Hotel Green Red, dan diikuti oleh sekitar 20 peserta yang berasal dari beragam lembaga anggota Aliansi Inklusi Jombang serta perwakilan pemerintah daerah.
UWVCC merupakan pelatihan berbasis trauma yang berfokus pada penguatan regulasi emosi, komunikasi relasional, serta praktik perawatan kolektif bagi perempuan penyintas dan para pendamping. Pelatihan ini dirancang sebagai respons atas kebutuhan ruang aman bagi perempuan untuk belajar, pulih, dan saling menguatkan dalam kerja-kerja pendampingan yang sering kali penuh tekanan emosional dan menguras banyak energi.
Pelatihan ini difasilitasi oleh Ni Ketut Ayu Puspita Dewi, S.Pd., M.Ed. dan Catherine Cadden, BGS, M.P.Ed., dua fasilitator yang berpengalaman dalam pendekatan pemulihan berbasis komunitas dan pendidikan transformatif. Selama tiga hari, peserta diajak terlibat dalam proses pembelajaran yang reflektif dan partisipatif melalui berbagai metode, seperti kesadaran tubuh (somatic awareness), komunikasi tanpa kekerasan (nonviolent communication/NVC), proses pelepasan emosi yang terpendam agar muncul kelegaan (emotional catharsis), ruang aman untuk berbagi (safe sharing space) serta empathy circles.
Pendekatan-pendekatan ini menempatkan martabat, keamanan relasional, dan empati sebagai fondasi utama. Tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis pendampingan, pelatihan UWVCC juga menekankan pentingnya merawat diri dan merawat satu sama lain sebagai bagian tak terpisahkan dari keberlanjutan kerja-kerja advokasi dan pendampingan penyintas.
Melalui ruang belajar yang aman, setara, dan inklusif, para peserta saling berbagi pengalaman, memperdalam pemahaman tentang dampak trauma, serta membangun praktik perawatan kolektif yang dapat diterapkan di organisasi dan komunitas masing-masing. Pelatihan ini diharapkan mampu memperkuat jejaring dukungan penyintas, sekaligus menumbuhkan kepemimpinan yang berakar pada empati, solidaritas, dan keberlanjutan.
Kegiatan UWVCC menjadi pengingat bahwa suara perempuan, terutama perempuan penyintas, perlu terus diangkat dan dirawat, bukan hanya melalui advokasi kebijakan, tetapi juga melalui praktik perawatan kolektif yang memanusiakan dan memberdayakan. Perawatan kolektif menegaskan bahwa pemulihan dan keberlanjutan tidak dapat dicapai sendirian, melainkan melalui relasi yang saling menopang satu sama lain untuk menjadi kuat. (Noor chasanah-KR53 Broadcast)
